Teknologi adalah ilmu tentang seni dan keahlian, dimaknai sebagai proses penciptaan alat atau mesin oleh manusia yang digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan penguasaan dan pengetahuan bahan – bahan yang ada di lingkungan sekitar. Dari tahun ke tahun teknologi semakin berkembang.
Di era yang semakin modern seperti sekarang ini, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga semakin pesat. Kita yang sudah disuguhi berbagai barang yang sudah berteknologi canggih seperti sekarang ini. Tidak perlu repot kesana-kesini, kita tinggal menggunakan alat berteknologi canggih untuk memenuhi kebutuhan kita. Misalnya teknologi internet, tinggal sekali “klik” yang kita butuhkan tersedia. Tidak hanya untuk mencari informasi, internet juga digunakan untuk berkomunikasi.
Sekilas tentang internet: Kepanjangan internet adalah 'interconnected-networking' ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian,yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet berkembang cepat sekali,hal ini dikarenakan penggunaannya mudah. Bagaimana tidak mudah???hanya dengan meng-”klik” sekali saja apa informasi yang dibutuhkan terpenuhi, baik di bidang teknologi,sosial,politik,sport,dll semua ada di internet. Internet menyimpan banyak sekali data-data,baik data fiktif maupun data yang asli.
Layanan yang paling populer dan yang paling sering digunakan dalam internet adalah email atau surat elektronik,world wide web,dan yang paling sering digunakan seseorang untuk mengerjakan tugas adalah google atau yang sering disebut sebagian mahasiswa dengan sebutan “mbah google”. Internet memungkinkan adanya servis terkini,seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran / pengetahuan informasi dan data secara ekstrim.Selain itu,layanan email atau surat elektronik yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain hanya dengan cara yang sangat mudah.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka/bertemu langsung antara pihak penjual dengan pihak pembeli(dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Di jaman yang makin modern ini,internet juga bisa digunakan ditempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan,cafe-cafe,mall,dll. Ada juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi,pengguna hanya perlu membawa laptop(notebook), PDA, atau barang-barang elektronik lainnya yang mempunyai kemampuan wi-fi untuk mengakses internet.
Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.Disamping menggunakan PC, kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas. Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload
Di internet segala informasi ada, dari seks, kekerasan, kriminal, budaya,dll. Sehingga sangat mudah bagi kita dalam mencari suatu informasi. Tetapi informasi tersebut belum tentu berguna bagi kita, bahkan bisa merusak. Apalagi untuk anak-anak yang belum terlalu mengeti mana yang benar dan mana yang salah. Untuk itu, perlu banyak yang perlu diperhatikan oleh orang tua,diantaranya:
Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, ujar Nina, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gatek.
”Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal,” sesal Nina.
Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang,dll.
Oleh karena itulah kita sebagai bangsa yang masih baru dalam mengikuti perkembangan teknologi harus pintar-pintar memilih dalam penggunaannya. Karena alih-alih kita ingin memajukan bangsa dengan menjadikan teknologi sebagai enlightening tecnology. Teknologi yang mencerahkan orang banyak. Justru yang terjadi adalah yang sebaliknya,yaitu destrukctive technology. Teknologi yang mengakibatkan kehancuran bagi makhluk hidup. Dinamika cyber crime memang cukup rumit, sebab tidak mengenal batas negara dan wilayahnya. Selain itu, waktu kejahatannya pun sulit ditentukan. Untuk itu pesatnya perkembangan teknologi yang semakin canggih pada saat ini tidak menjamin adanya perkembangan/ mendatangkan dampak yang positif, malah sebaliknya banyak ditemui dampak perkembangan yang menjurus pada hal-hal yang negatif. Hal tersebut diatas adalah salah satu dari banyaknya dampak ataupun akibat yang ditimbulkan dari teknologi yang perkembangannya sangat pesat pada saat ini. Oleh karena itulah kita harus tetep berhati-hati meskipun perkembangan teknologi sendiri sangatlah penting dalam aspek kehidupan kita apalagi diera globalisasi pada saat ini.Yang terpenting kita dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada bukan malah menyalah gunakan apalagi sampai terbawa oleh arus yang menjurus pada hal-hal yang negatif. Karena informasi apapun bisa kita dapat, kadang kita menganggap semua informasi di internet itu benar. Padahal informs itu belum tentu menyajikan sesuatu yang sifatnya fakta. Ada kan orang yang asal nulis, memfitnah orang dengan maksud dan tujuan tertentu. Jadi kita perlu berhati-hati dalam menyeleksi informasi yang kita dapat. Salah-slah informasi yang slaah kita anggap benar, atau kita masukkan ke dalam makalah atau menjadi perbincangan kita sehari-hari. Kalau begitu sama saja kita ikut menyebarkan hal yang tidak benar juga kan.
Kalau kita bisa bertemu dengan siapa saja lewat internet, bisa saja kita juga bertemu penipu-penipu yang menggunakan identitas atau foto palsu. Hati-hati saja dalam memilih teman melalui internet.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
Jumat, 29 Mei 2009
FENOMENA KOMUNITAS VIRTUAL DAN MANFAATNYA UNTUK KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA
Manusia adalah mahkluk sosial. Mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dari pada mahkluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia sebagai mahkluk sosial sangat membutuhkan komunikasi atau interaksi. Dimanapun berada manusia membutuhkan komunikasi atau berinteraksi walaupun dengan bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan budaya, letak geografis, dan jarak tidak membuat manusia untuk tidak berkomunikasi atau berinteraksi. Tak banyak yang dilakukan manusia jika tidak melakukan interaksi. Hidup di dunia memang syarat dengan kebutuhan, untuk memenuhi kebutuhan manusia memerlukan bantuan orang lain. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
Manusia tidak sembarang berinteraksi begitu saja. Tentu saja ada kriteria untuk masing-masing individu dalam berinteraksi, walaupun tujuan sebenarnya sama yaitu saling mengenal dan saling membantu. Tak jarang pula mereka membuat semacam kelompok atau komunitas, dan biasanya kelompok tersebut didasari oleh latar belakang yang sama agar lebih dekat dan lebih mengenal.
Seiring perkembangan jaman yang semakin modern, manusia tidak hanya berinteraksi di dunia nyata. Di jaman yang makin modern ini mereka disuguhi kecanggihan barang-barang elektronik yang memudahkan mereka dalam berinteraksi. Barang-barang elektronik yang memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan orang lain meskipun jarak antara orang satu dengan orang yang lain sangat jauh.
Bahkan di era sekarang ini, manusia sudah dihadapkan ke dunia maya. Sebagai contoh penggunaan facebook untuk berinteraksi. Disini saya akan membahas pengguna facebook di Indonesia. Sekilas tentang facebook, Sebagaimana di rilis dalam Press Room official situs Facebook, dinyatakan bahwa web jaringan sosial ini pertama kali diluncurkan pada tahun 6 Februari 2004 dan bertujuan untuk memudahkan interaksi antar individu tanpa harus terikat oleh jarak dan sekat-sekat geografis. “Ditemukan pada bulan Januari 2004, Facebook adalah sebuah sarana sosial yang membantu masyarakat untuk berkomunikasi secara lebih effisien dengan teman-teman, keluarga dan teman sekerja. Perusahaan ini mengembangkan teknologi yang memudahkan dalam sharing informasi melewati social graph, digital mapping kehidupan real hubungan sosial manusia. Siapun boleh mendaftar di Facebook dan berinteraksi dengan orang-orang yang mereka kenal dalam lingkungan saling percaya.”
Penemu situs pertemanan ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa “droup out” Universitas Harvard Amerika Serikat. Dia dilahirkan pada 14 Mei 1984. Kejeniusan dan kreativitas lewat Facebook membuat anak muda ini menempatkan dirinya sebagai jajarang 400 orang terkaya di Amerika Serikat versi Majalah Forbes edisi September 2008, tepatnya peringkat 321 dengan total kekayaan 1,5 Miliyar Dollar US. (Forbes.com; September 2008)
Sebenarnya Zuckerberg adalah mahasiswa jurusan Psikologi Harvard. Mengutak-atik dan menciptakan program komputer hanyalah kegiatan untuk bersenang-senang. Mungkin latar belakang keilmuan psikologi itulah ia tertarik untuk membuat situs-situs sosial. Sebelum menciptakan facebook ia telah merilis Coursematch yang memudahkan para mahasiswa melihat mata kuliah yang diambil, Facemash yang memungkinkan para pengguna mengukur daya tarik orang lain.
Pada usia 20 tahun, Zuckerberg meluncurkan “The Facebook”. Awalnya diperuntukkan khusus bagi mahasiswa Universitas Harvard. Hanya dalam 24 jam setelah diluncurkan, 1.200 mahasiswa Harvard sudah menjadi anggota. Dalam sebulan, separuh warga Harvard menjadi anggota. Keberhasilan ini membuat Zuckerberg membuka keanggotaan “The Facebook” untuk seluruh mahasiswa di Boston. Belakangan dibuka bagi mahasiswa Ivy League (kelompok delapan kampus paling top Amerika Serikat), dan kemudian seluruh mahasiswa di Amerika Serikat (Wiguna, 2009).
Tepat awal februari yang lalu Facebook merayakan ulang tahunnya yang ke 5. Sejauh ini tercatat lebih dari 175 juta pengguna Facebook tersebar di seluruh dunia yaitu pengguna yang telah aktif dalam 30 hari terakhir (Facebook.com; 2009). 24 juta foto diunggah setiap hari, dan rata-rata jumlah teman per-anggota 120 orang (Nurhoiri, 2009).
Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi oleh kaum kelas menengah ke atas yang memiliki akses internet (yang masih tergolong mahal di Indonesia). Kebanyakan mereka adalah pelajar, mahasiswa, dosen, pekerja, politisi serta beberapa tokoh-tokoh nasional.
Demam Facebook adalah kelanjutan dari keberhasilan situs komunitas Friendster yang berhasil menjaring 12 juta “registered users” atau sekitar 60% pengguna internet di Indonesia (Friendster.com; Juli 2008). Bahkan banyak pengguna Friendster yang melakukan migrasi ke Facebook karena layanan yang diberikan lebih lengkap dan mengikuti selera masyarakat. Facebook memiliki sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung (real time), seperti chatting, tag foto, blog, game, dan update status ”what are you doing now” yang dinilai lebih keren dari Friendster.
Banyak yang tak sadar bahwa situs perkawanan Facebook adalah bagian dari kapitalisme global. Mengapa penulis katakan demikian, karena banyak aktivis kampus, dosen, dan tokoh masyarakat yang selama ini getol menyuarakan “Anti Kapitalisme” dan “Anti Globalisme” menjadi anggota dari situs ini.
Berapapun banyak teman yang ada dalam jaringan Facebook, tidak memberikan pengaruh signifikan dalam hubungan sosial. Bahkan tidak pula menaikkan popularitas. Kegiatan virtual di Facebook hanyalah tamasya imajinasi. Hubungan yang terjalin adalah antar pelancong yang sedang berehat melepas beban kehidupan nyata mereka.
Siapakah sebenarnya yang menangguk keuntungan dengan kehadiran Facebook, jika setiap member terus mempromosikan layanan ini kepada orang-orang yang belum terdaftar? Meningkatnya pengguna Facebook akan memperbesar pendapatan sang pemilik perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini. Sebagaimana diketahui, Facebook tak sekedar situs komunitas sosial, tapi sebuah cooperate yang bermain dengan logika dagang untung dan rugi.
Member memang tidak membeli produk dalam bentuk barang. Malahan kegiatan yang dilakukan, dan keasyikan dengan perjumpaan dengan berbagai karakter manusia dari berbagai penjuru dunia, dilakukan sebatas sarana memperluas persahabatan. Semuanya diberikan gratis dan manfaat yang didapatkan juga berjibun. Jadi dimanakah letak sisi negatif dari kehadiran Facebook dalam ruang kehidupan.
Logika inilah yang dianut oleh pengguna Facebook terutama di Indonesia. Gencarnya kampanye kenikmatan memakai Facebook telah menular secara cepat sehingga tak salah pertumbuhan pengguna facebokk di indonesia mencapai angka 645% pada tahun 2008. Demam Facebook telah menaikkan posisi ekonomis perusahaan ini.
Dalam kajian ini penulis hendak menguraikan bahwa Facebook merupakan bagian dari kapitalisme global yang mencengkram sendi-sendi kehidupan kita. Mungkin ada yang menyela, dimana sih letak sisi kapitalismenya? Tidak ada uang yang dikeluarkan ketika bergabung dengan Facebook dan tidak ada produk yang dibeli. Malahan, berbagai kemudahan difasilitasi oleh Facebook. Sungguh aneh jika ada yang bilang, “Facebook telah memanipulasi potensi ekonomi para member”.
Jika persoalan ini didekati dengan logika kapitalisme yang belakangan semakin menguat lewat invasi perusahaan multinasional yang menggeruk kekayaan bumi Indonesia, atau semakin menjamurnya produk-produk berlabel internasional seperti KFC (Kentucy Fried Chicken), Mc Donnald ataupun Microsoft (yang mencantumkan lisensi produk-produknya dengan ratifikasi harga yang mahal), tentu bisa dikatakan Facebook bukanlah bagian dari kapitalisme.
Tapi, apakah sesederhana itu? Ternyata tidak. Penulis mengajak pembaca menelaah apa yang pernah diuraikan oleh Manuel Castells. Dalam buku Triloginya, The Information Age: Economic, Society, and Culture, Castells memunculkan istilah “kapitalisme informasional”, yakni “Masyarakat yang perkembangan sumber utama produktivitasnya adalah kapasitas kualitatif untuk mengoptimalkan kombinasi dan penggunaan faktor-faktor produksi berbasih pengetahuan dan informasi. Penyebaran kapitalisme informasional menimbulkan efek ekploitasi, eksklusi, ancaman terhadap diri, dan identitas.”
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimanapun juga sebuah teknologi adalah fasilitas yang dapat digunakan sesuai penggunanya. Kehadiran situs jejaring sosial ini dapat memberikan keuntungan dan kerugian tergantung cara pemanfaatannya. Dan semoga kita menggunakannya untuk produktifitas dan kebaikan bagi banyak pihak.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
Manusia tidak sembarang berinteraksi begitu saja. Tentu saja ada kriteria untuk masing-masing individu dalam berinteraksi, walaupun tujuan sebenarnya sama yaitu saling mengenal dan saling membantu. Tak jarang pula mereka membuat semacam kelompok atau komunitas, dan biasanya kelompok tersebut didasari oleh latar belakang yang sama agar lebih dekat dan lebih mengenal.
Seiring perkembangan jaman yang semakin modern, manusia tidak hanya berinteraksi di dunia nyata. Di jaman yang makin modern ini mereka disuguhi kecanggihan barang-barang elektronik yang memudahkan mereka dalam berinteraksi. Barang-barang elektronik yang memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan orang lain meskipun jarak antara orang satu dengan orang yang lain sangat jauh.
Bahkan di era sekarang ini, manusia sudah dihadapkan ke dunia maya. Sebagai contoh penggunaan facebook untuk berinteraksi. Disini saya akan membahas pengguna facebook di Indonesia. Sekilas tentang facebook, Sebagaimana di rilis dalam Press Room official situs Facebook, dinyatakan bahwa web jaringan sosial ini pertama kali diluncurkan pada tahun 6 Februari 2004 dan bertujuan untuk memudahkan interaksi antar individu tanpa harus terikat oleh jarak dan sekat-sekat geografis. “Ditemukan pada bulan Januari 2004, Facebook adalah sebuah sarana sosial yang membantu masyarakat untuk berkomunikasi secara lebih effisien dengan teman-teman, keluarga dan teman sekerja. Perusahaan ini mengembangkan teknologi yang memudahkan dalam sharing informasi melewati social graph, digital mapping kehidupan real hubungan sosial manusia. Siapun boleh mendaftar di Facebook dan berinteraksi dengan orang-orang yang mereka kenal dalam lingkungan saling percaya.”
Penemu situs pertemanan ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa “droup out” Universitas Harvard Amerika Serikat. Dia dilahirkan pada 14 Mei 1984. Kejeniusan dan kreativitas lewat Facebook membuat anak muda ini menempatkan dirinya sebagai jajarang 400 orang terkaya di Amerika Serikat versi Majalah Forbes edisi September 2008, tepatnya peringkat 321 dengan total kekayaan 1,5 Miliyar Dollar US. (Forbes.com; September 2008)
Sebenarnya Zuckerberg adalah mahasiswa jurusan Psikologi Harvard. Mengutak-atik dan menciptakan program komputer hanyalah kegiatan untuk bersenang-senang. Mungkin latar belakang keilmuan psikologi itulah ia tertarik untuk membuat situs-situs sosial. Sebelum menciptakan facebook ia telah merilis Coursematch yang memudahkan para mahasiswa melihat mata kuliah yang diambil, Facemash yang memungkinkan para pengguna mengukur daya tarik orang lain.
Pada usia 20 tahun, Zuckerberg meluncurkan “The Facebook”. Awalnya diperuntukkan khusus bagi mahasiswa Universitas Harvard. Hanya dalam 24 jam setelah diluncurkan, 1.200 mahasiswa Harvard sudah menjadi anggota. Dalam sebulan, separuh warga Harvard menjadi anggota. Keberhasilan ini membuat Zuckerberg membuka keanggotaan “The Facebook” untuk seluruh mahasiswa di Boston. Belakangan dibuka bagi mahasiswa Ivy League (kelompok delapan kampus paling top Amerika Serikat), dan kemudian seluruh mahasiswa di Amerika Serikat (Wiguna, 2009).
Tepat awal februari yang lalu Facebook merayakan ulang tahunnya yang ke 5. Sejauh ini tercatat lebih dari 175 juta pengguna Facebook tersebar di seluruh dunia yaitu pengguna yang telah aktif dalam 30 hari terakhir (Facebook.com; 2009). 24 juta foto diunggah setiap hari, dan rata-rata jumlah teman per-anggota 120 orang (Nurhoiri, 2009).
Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi oleh kaum kelas menengah ke atas yang memiliki akses internet (yang masih tergolong mahal di Indonesia). Kebanyakan mereka adalah pelajar, mahasiswa, dosen, pekerja, politisi serta beberapa tokoh-tokoh nasional.
Demam Facebook adalah kelanjutan dari keberhasilan situs komunitas Friendster yang berhasil menjaring 12 juta “registered users” atau sekitar 60% pengguna internet di Indonesia (Friendster.com; Juli 2008). Bahkan banyak pengguna Friendster yang melakukan migrasi ke Facebook karena layanan yang diberikan lebih lengkap dan mengikuti selera masyarakat. Facebook memiliki sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung (real time), seperti chatting, tag foto, blog, game, dan update status ”what are you doing now” yang dinilai lebih keren dari Friendster.
Banyak yang tak sadar bahwa situs perkawanan Facebook adalah bagian dari kapitalisme global. Mengapa penulis katakan demikian, karena banyak aktivis kampus, dosen, dan tokoh masyarakat yang selama ini getol menyuarakan “Anti Kapitalisme” dan “Anti Globalisme” menjadi anggota dari situs ini.
Berapapun banyak teman yang ada dalam jaringan Facebook, tidak memberikan pengaruh signifikan dalam hubungan sosial. Bahkan tidak pula menaikkan popularitas. Kegiatan virtual di Facebook hanyalah tamasya imajinasi. Hubungan yang terjalin adalah antar pelancong yang sedang berehat melepas beban kehidupan nyata mereka.
Siapakah sebenarnya yang menangguk keuntungan dengan kehadiran Facebook, jika setiap member terus mempromosikan layanan ini kepada orang-orang yang belum terdaftar? Meningkatnya pengguna Facebook akan memperbesar pendapatan sang pemilik perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini. Sebagaimana diketahui, Facebook tak sekedar situs komunitas sosial, tapi sebuah cooperate yang bermain dengan logika dagang untung dan rugi.
Member memang tidak membeli produk dalam bentuk barang. Malahan kegiatan yang dilakukan, dan keasyikan dengan perjumpaan dengan berbagai karakter manusia dari berbagai penjuru dunia, dilakukan sebatas sarana memperluas persahabatan. Semuanya diberikan gratis dan manfaat yang didapatkan juga berjibun. Jadi dimanakah letak sisi negatif dari kehadiran Facebook dalam ruang kehidupan.
Logika inilah yang dianut oleh pengguna Facebook terutama di Indonesia. Gencarnya kampanye kenikmatan memakai Facebook telah menular secara cepat sehingga tak salah pertumbuhan pengguna facebokk di indonesia mencapai angka 645% pada tahun 2008. Demam Facebook telah menaikkan posisi ekonomis perusahaan ini.
Dalam kajian ini penulis hendak menguraikan bahwa Facebook merupakan bagian dari kapitalisme global yang mencengkram sendi-sendi kehidupan kita. Mungkin ada yang menyela, dimana sih letak sisi kapitalismenya? Tidak ada uang yang dikeluarkan ketika bergabung dengan Facebook dan tidak ada produk yang dibeli. Malahan, berbagai kemudahan difasilitasi oleh Facebook. Sungguh aneh jika ada yang bilang, “Facebook telah memanipulasi potensi ekonomi para member”.
Jika persoalan ini didekati dengan logika kapitalisme yang belakangan semakin menguat lewat invasi perusahaan multinasional yang menggeruk kekayaan bumi Indonesia, atau semakin menjamurnya produk-produk berlabel internasional seperti KFC (Kentucy Fried Chicken), Mc Donnald ataupun Microsoft (yang mencantumkan lisensi produk-produknya dengan ratifikasi harga yang mahal), tentu bisa dikatakan Facebook bukanlah bagian dari kapitalisme.
Tapi, apakah sesederhana itu? Ternyata tidak. Penulis mengajak pembaca menelaah apa yang pernah diuraikan oleh Manuel Castells. Dalam buku Triloginya, The Information Age: Economic, Society, and Culture, Castells memunculkan istilah “kapitalisme informasional”, yakni “Masyarakat yang perkembangan sumber utama produktivitasnya adalah kapasitas kualitatif untuk mengoptimalkan kombinasi dan penggunaan faktor-faktor produksi berbasih pengetahuan dan informasi. Penyebaran kapitalisme informasional menimbulkan efek ekploitasi, eksklusi, ancaman terhadap diri, dan identitas.”
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimanapun juga sebuah teknologi adalah fasilitas yang dapat digunakan sesuai penggunanya. Kehadiran situs jejaring sosial ini dapat memberikan keuntungan dan kerugian tergantung cara pemanfaatannya. Dan semoga kita menggunakannya untuk produktifitas dan kebaikan bagi banyak pihak.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
Senin, 04 Mei 2009
INTERNET
Kepanjangan internet adalah 'interconnected-networking' ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian,yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet berkembang cepat sekali,hal ini dikarenakan penggunaannya mudah. Bagaimana tidak mudah???hanya dengan meng-”klik” sekali saja apa informasi yang dibutuhkan terpenuhi, baik di bidang teknologi,sosial,politik,sport,dll semua ada di internet. Internet menyimpan banyak sekali data-data,baik data fiktif maupun data yang asli.
Layanan yang paling populer dan yang paling sering digunakan dalam internet adalah email atau surat elektronik,world wide web,dan yang paling sering digunakan seseorang untuk mengerjakan tugas adalah google atau yang sering disebut sebagian mahasiswa dengan sebutan “mbah google”. Internet memungkinkan adanya servis terkini,seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran / pengetahuan informasi dan data secara ekstrim.Selain itu,layanan email atau surat elektronik yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain hanya dengan cara yang sangat mudah.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka/bertemu langsung antara pihak penjual dengan pihak pembeli(dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Di jaman yang makin modern ini,internet juga bisa digunakan ditempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan,cafe-cafe,mall,dll. Ada juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi,pengguna hanya perlu membawa laptop(notebook), PDA, atau barang-barang elektronik lainnya yang mempunyai kemampuan wi-fi untuk mengakses internet.
Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.Disamping menggunakan PC, kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas. Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet berkembang cepat sekali,hal ini dikarenakan penggunaannya mudah. Bagaimana tidak mudah???hanya dengan meng-”klik” sekali saja apa informasi yang dibutuhkan terpenuhi, baik di bidang teknologi,sosial,politik,sport,dll semua ada di internet. Internet menyimpan banyak sekali data-data,baik data fiktif maupun data yang asli.
Layanan yang paling populer dan yang paling sering digunakan dalam internet adalah email atau surat elektronik,world wide web,dan yang paling sering digunakan seseorang untuk mengerjakan tugas adalah google atau yang sering disebut sebagian mahasiswa dengan sebutan “mbah google”. Internet memungkinkan adanya servis terkini,seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran / pengetahuan informasi dan data secara ekstrim.Selain itu,layanan email atau surat elektronik yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain hanya dengan cara yang sangat mudah.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka/bertemu langsung antara pihak penjual dengan pihak pembeli(dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Di jaman yang makin modern ini,internet juga bisa digunakan ditempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan,cafe-cafe,mall,dll. Ada juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi,pengguna hanya perlu membawa laptop(notebook), PDA, atau barang-barang elektronik lainnya yang mempunyai kemampuan wi-fi untuk mengakses internet.
Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.Disamping menggunakan PC, kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas. Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
INTERNET
Kepanjangan internet adalah 'interconnected-networking' ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian,yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet berkembang cepat sekali,hal ini dikarenakan penggunaannya mudah. Bagaimana tidak mudah???hanya dengan meng-”klik” sekali saja apa informasi yang dibutuhkan terpenuhi, baik di bidang teknologi,sosial,politik,sport,dll semua ada di internet. Internet menyimpan banyak sekali data-data,baik data fiktif maupun data yang asli.
Layanan yang paling populer dan yang paling sering digunakan dalam internet adalah email atau surat elektronik,world wide web,dan yang paling sering digunakan seseorang untuk mengerjakan tugas adalah google atau yang sering disebut sebagian mahasiswa dengan sebutan “mbah google”. Internet memungkinkan adanya servis terkini,seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran / pengetahuan informasi dan data secara ekstrim.Selain itu,layanan email atau surat elektronik yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain hanya dengan cara yang sangat mudah.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka/bertemu langsung antara pihak penjual dengan pihak pembeli(dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Di jaman yang makin modern ini,internet juga bisa digunakan ditempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan,cafe-cafe,mall,dll. Ada juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi,pengguna hanya perlu membawa laptop(notebook), PDA, atau barang-barang elektronik lainnya yang mempunyai kemampuan wi-fi untuk mengakses internet.
Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.Disamping menggunakan PC, kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas. Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet berkembang cepat sekali,hal ini dikarenakan penggunaannya mudah. Bagaimana tidak mudah???hanya dengan meng-”klik” sekali saja apa informasi yang dibutuhkan terpenuhi, baik di bidang teknologi,sosial,politik,sport,dll semua ada di internet. Internet menyimpan banyak sekali data-data,baik data fiktif maupun data yang asli.
Layanan yang paling populer dan yang paling sering digunakan dalam internet adalah email atau surat elektronik,world wide web,dan yang paling sering digunakan seseorang untuk mengerjakan tugas adalah google atau yang sering disebut sebagian mahasiswa dengan sebutan “mbah google”. Internet memungkinkan adanya servis terkini,seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran / pengetahuan informasi dan data secara ekstrim.Selain itu,layanan email atau surat elektronik yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain hanya dengan cara yang sangat mudah.
Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka/bertemu langsung antara pihak penjual dengan pihak pembeli(dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
Di jaman yang makin modern ini,internet juga bisa digunakan ditempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan,cafe-cafe,mall,dll. Ada juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi,pengguna hanya perlu membawa laptop(notebook), PDA, atau barang-barang elektronik lainnya yang mempunyai kemampuan wi-fi untuk mengakses internet.
Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendahlainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.Disamping menggunakan PC, kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas. Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
ADITYA KURNIAWAN
153060218
Langganan:
Postingan (Atom)